Asal Mula Kata "Bi-adab"
pada suatu hari di sebuah pondok pesantren yang terletak di pinggiran desa, terdapat seorang ustadz yang mengajar pelajaran Adab kepada para santri nya. sang ustadz mengajarkan, sebagai seorang santri, di haruskan untuk memiliki adab yang baik kepada sesama. orang yang lebih tua di hormati, yang lebih muda di sayangi dan yang sedang kesusahan di kasihi. ketika pembahasan yang di pelajari oleh santri di kira sudah cukup. maka sang ustadz pun memberikan sesi pertanyaan kepada santri-santri nya.
ustadz : "adakah diantara kalian yang ingin bertanya?"
santri2: (saling memandang, bingung hendak bertanya apa..)
hingga ada seorang santri yang memberanikan diri dan bertanya.
santri :"maaf ustad, saya ingin bertanya."
ustad :"silahkan.."
santri :" begini ustadz, jika adab di identikan dengan sesuatu yang baik, lalu kenapa ada kata "biadab" yang malah identik dengan sesuatu yang buruk.?" bukan kah jika di bahasa arab biadab berarti kata "bi" (dengan) dan "adab" (adab)? seharus nya biadab merupakan sesuatu yang baik.wong artinya aja dengan adab yang baik. jika bukan perbuatan baik namanya "biladab" karena diambil dari kata "bi" (dengan) , "la" (tidak), dan "adab"
sang ustadz memahami apa yang di maksud kan oleh santri nya. kemudian beliau pun berkata.
ustad :"memang benar apa yang engkau sampaikan, bahwa adab selalu identik dengan kebaikan. sedangkan orang yang selalu melakukan keburukan bahkan di sebut sebagai orang yang tidak memiliki adab. tetapi tahukah antum semua sejarah asal kata biadab ini muncul?"
seluruh santri pun kompak menjawab belum tahu..
ustad :"kata biadab ini bermula ketika para pedagang Arab melakukan ekspedisi ke berbagai negara hingga ke tanah Nusantara. saat sampai di Nusantara, mereka terkejut dengan keindahan alam Nusantara yang sangat berbeda dengan negara mereka yang sejauh mana mata memandang hanya ada padang pasir. ketika mereka sampai, salah seorang pedagang menemukan dua orang anak yang sedang berkelahi. melihat perkelahian mereka yang sangat berbahaya, maka pedagang tersebut segera melerai perkelahian tersebut. lalu kedua anak tersebut di beri nasehat agar tidak berkelahi lagi.
ustad :"kata biadab ini bermula ketika para pedagang Arab melakukan ekspedisi ke berbagai negara hingga ke tanah Nusantara. saat sampai di Nusantara, mereka terkejut dengan keindahan alam Nusantara yang sangat berbeda dengan negara mereka yang sejauh mana mata memandang hanya ada padang pasir. ketika mereka sampai, salah seorang pedagang menemukan dua orang anak yang sedang berkelahi. melihat perkelahian mereka yang sangat berbahaya, maka pedagang tersebut segera melerai perkelahian tersebut. lalu kedua anak tersebut di beri nasehat agar tidak berkelahi lagi.
sang ustad berhenti sejenak mengambil napas.
"yaa.. namanya orang yang berbeda bahasa, ke dua anak tersebut malah ndomblong (mlongo/kebingungan) oooooo... (sang ustad menirukan ndomblong nya kedua anak tersebut.)"
santri2 :" hahahaha... (seluruh santri-pun tertawa melihat wajah ustadz yang di buat se-ndomblong rupa)
ustadz :"bingung dengan apa yang di katakan pedagang tersebut, kedua anak tersebut berkelahi lagi.. -_-"
santri :"yaaah.. malah kelahi lagi.. hahahaha (diikuti dengan teman-teman nya yang lain)
ustadz :"melihat ke dua anak tersebut tetap berkelahi, pedagang melerai lagi kemudian berkata 'bi adabin.. bi adabin...' dengan maksut kedua anak tersebut paham dan menghentikan perkelahian nya. berharap perkelahian nya selesai, malah kedua anak itu tambah semangat berkelahinya. eeeh... tak disangka ternyata bapak dari ke dua anak itu lewat, dan membantu pedagang tersebut menghentikan perkelahian anak-anak nya. sehingga perkelahian tersebut dapat di hentikan.
santri :" alhamdulillaaaaah.... akhirnya selesai juga.. hahahaha.."
ustadz:"setelah selesai melerai kedua anak itu, si pedagang pun berbicara kepada bapak nya 'allim ibnaka bil adabi.. bil adabi...' sambil menunjuk kedua anak nya yang berkelahi tadi.. yaa... gak jauh beda lah dengan anak-anak nya. bapak nya pun ikut-ikutan ndomblong.:
santri2 :" hahaha.... (semua serentak tertawa)
ustadz :"melihat kebingungan si Bapak. pedagang tersebut kemudian mengulangi perkataan nyaa.. 'bi adab.. bi adab'... karena si pedagang tersebut terus mengulangi kata-kata bi adab sambil menunjuk kedua anak nya yang berkelahi, si bapak pun berkesimpulan bahwa berkelahi merupakan perbuatan yang buruk. jadi bi adab artinya anak yang nakal. nah begitulah kisah awal mula kata biadab muncul"
santri2 :"oooowh... begitu toh cerita nya..!!"
santri : ustadz.. cerita ini beneran toh tadz....??
ustadz :"hahahaha...."
santri2 :" (kebingungan melihat ustadz nya ketawa)
ustadz :" ustadz cuma ngarang sendiri cerita ini. karena materi sudah cukup dan waktu masih panjang jadi ustadz habisin waktu dengan cerita ini. biar waktu kalian gak ada yang kosong.. hahahaha
santri :" yaaah.. padahal udah serius-serius dengerin malah cerita Hoax ternyata.. hadeuuh... "
\sekian dan terimakasih (yang baca jangan terlalu serius. cerita diatas hanya cerita fiksi ^_^)
Comments
Post a Comment